Pages

Selasa, Maret 08, 2011

lalat dan laptop

Minggu, Maret 06, 2011

Karena Cahaya

Capung dan multi warna

Capung (2)

Capung (1)

Sabtu, Januari 22, 2011

Umroh dari Madinah

Berumrah dari Madinah al Munawaroh adalah mengikuti jejak Rasulullah untuk melakukan ibadah umrah dari Madinah ketika beliau sudah menjadi penduduk Madinah al Munawaroh.
Prosedur keluar dari Madinah al Munawaroh sama dengan proses ketika kita masuk yaitu melewati Pilgrim Service Center, tapi prosesnya disini lebih cepat dari waktu datang. Kira-kira cuman makan waktu 30 menit sudah selesai, Insya Allah.
Umrah dari Madinah al Munawaroh biasanya dimulai dengan berIhram dari hotel, tetapi baru mengambil Miqatnya di Masjid Bier Ul Ali (Bier Ul Ali artinya sumur milik Ali – sejarahnya tanah disini sangat subur karena ada sumber air sumur yang melimpah dan oleh saudagar Ali yang sangat kaya pada waktu itu, tanah dan daerah ini dibeli dan diberikan kepada umat Islam)
Masjid Bier Ul Ali cukup besar dan modern dengan lokasi tempat di atas bukit dan mempunyai fasilitas kamar mandi dan kamar kecil yang cukup bagus. Pemandangan sekelilingnya sangat bagus, yang membawa kamera bisa berfoto-foto dengan latar belakang pemandangan yang bagus. Disini bagi yang belum berpakaian Ihram bisa mandi dan ganti pakaian Ihram, selanjutnya sholat Ihram dan niat Umrah. Begitu rangkaian niat Ihram selesai, maka anda sudah langsung terikat dengan seluruh larangan Ihram dan anda dalam keadaan suci, hindari larangan Ihram secara tidak sengaja misalnya cuci tangan pakai sabun, merokok (katanya di dalam rokok ada aroma yang disamakan dengan minyak wangi) dll jangan lupa lho dam (dendanya) lumayan – 60 real = 150.000 rupiah – kan sayang lebih baik buat makan bakso atau beli Abaya.
Perjalanan ke Makkah al Mukaromah cukup jauh seperti telah dijelaskan diatas dan usahakan istirahat yang cukup, kalau tidak bisa tidur di bus ya baca doa dan Talbiyah supaya perjalanan kita selamat selalu dilindungi oleh Allah YMK .
[tulisan RGO].

Jumat, Januari 21, 2011

Makam Rasulullah

Setelah anda selesai beribadah dan berdoa di Raudah, hanya jemaah pria saja yang bisa langsung keluar menuju arah Selatan (mimbar Imam yang sekarang) dan belok kiri langsung arah ke pintu Al Baqi maka anda akan ketemu makam Rasulullah di sebelah kiri anda.
Disitu ada bangunan warna hijau dengan banyak sekali ornamen dari emas dan pasti banyak jemaah berkerumun disitu. Daerah itu juga pasti banyak Askar yang menjaganya baik yang pakai baju coklat atau yang berpakaian Arab dengan kafiyeh khas Arab. Bangunan makam Rasulullah terdiri dari 3 blok, jika anda menghadap ke arah Utara membelakangi Kiblat maka kotak yang paling kiri adalah kosong, sedang yang tengah dengan hiasan khas Bulatan Besar dari emas diikuti oleh 2 Bulatan Kecil juga dari emas maka itu adalah makam Rasulullah. Bulatan Besar menunjukkan simbol makam Rasulullah, Bulatan Kecil ditengah Abu Bakar as Siddiq dan Bulatan Kecil paling kanan adalah Umar bin Chattab. Kotak paling kanan adalah bangunan kosong, konon tadinya mau dipakai sebagai makam Siti Aisyah tetapi tidak jadi karena Siti Aisyah kalau tidak salah dimakamkan di makam Al Baqi.

Berhentilah sejenak di depan makam Rasulullah sampaikan doa salam bagi beliau setelah selesai geser 2 langkah ke kanan doa salam kepada Abu Bakar as Siddiq kemudian geser lagi 2 langkah ke kanan doa salam kepada Umar bin Chattab, setelah itu sampaikan doa titipan dari semua teman yang ingin menyampaikan salam kepada Rasulullah. Persis di depan makam Rasulullah ada tiang masjid yang besar, berlindunglah disitu selama anda berdoa, di dekat tiang ini anda bisa berdiri agak lama karena terlindung dari arus orang yang hilir mudik sepanjang lorong itu. Biasanya anda akan diusir oleh Askar kalau terlalu lama diam disitu apalagi anda mengusap-usap dinding makam dll mereka akan marah dan mengatakan itu syirik.

Kamis, Januari 20, 2011

Raudah

hajj2002_madina_mimber.jpg
RAUDAH (mengenai RAUDAH silahkan dibaca di buku-buku bagaimana sejarahnya, isinya, makbulnya doa disini dll). Yang akan saya ceritakan disini adalah bagaimana sesungguhnya rupa dan tanda-tanda batas Raudah itu, serta bagaimana cara mencarinya
1) Raudah terletak di bagian kiri Selatan masjid, kurang lebih 5 m di belakang Mihrab Imam sholat fardlu Masjid Nabawi. Ciri yang paling gampang dari Raudah adalah warna karpetnya. Warna karpet Raudah putih kehijau-hijauan dan sangat berlainan dengan warna merah tua karpet Masjid Nabawi secara keseluruhan. Raudah secara fisik terletak disebelah kanan dari makam Rasulullah (kalau kita menghadap ke Selatan), ada Mihrab Nabi (dulu Rasulullah selalu jadi Imam di Mihrab ini, sekarang masih dipakai kalau sholat Jumat)), Mimbar Utama (kalau sholat Jumatan mimbar ini masih dipakai ceramah oleh Khatib) dan tangga menuju tempat Muadzin.
2) Bagi jemaah pria cara mencarinya gampang-gampang susah (saya pernah kebablasan melewati Raudah tanpa sadar dan tahu-tahu sudah sampai di saf paling depan dari Masjid Nabawi dan itu rupanya saya sudah sampai di depan makam Rasulullah. Ini gara-gara miskin informasi tapi sok tahu). Berikut ini cara menuju Raudah (khusus bagi jemaah pria),
Masuk dari pintu Utama (arah Utara) – pintu King Fahd terus lurus sampai melihat tangga Muadzin baru cari karpet putih. Cara ini hanya bisa dilakukan pada saat Masjid Nabawi baru dibuka sekitar jam 2.30 pagi, kalau siang hari statistik mengatakan 95% akan sulit mencapai Raudah karena sudah penuh sesak dengan jemaah. khususnya sekitar radius 25 dari Raudah. Lupakan menuju Raudah dengan cara ini pada waktu menjelang Subuh sampai selesai Isya, tapi kalau mau nekat dan Allah swt berkenan ya bisa saja, tapi dzikirnya harus kuat sebelumnya.
Masuk dari pintu Babu Salam, pintu Masjid Nabawi paling Selatan tapi sebelah kanan. Begitu lewat pintu langsung belok kiri terus lurus sampai ketemu tangga Muadzin dan warna karpet putih. Cara masuk dari pintu ini sangat tidak disarankan kapanpun waktunya, karena disamping berdesak-desakan, antreannya puanjang dan luama, alih-alih anda tidak bisa sholat arbain lengkap gara-gara antri mau ke Raudah. Tapi kalau YMK menghendaki anda bisa ke Raudah dengan cara ini ya bagaimana lagi…, jangan lupa sujud syukur.
Masuk dari pintu An Nisa – pintu ini juga digunakan oleh jemaah wanita pada jam kunjungan khusus ke Raudah), pintu Masjid Nabawi tengah bagian kiri tapi harus lewat main hall dulu untuk bisa sampai ke pintu ini atau lewat dari arah makam Baqi (selatan).
Setelah masuk kurang lebih 5-10 m di sebelah kiri anda bisa lihat satu daerah yang diberi lantai kayu agak naik sekitar 60 cm dan dindingnya mirip perpustakaan, banyak Al Quran disusun rapih di rak-rak (persis di belakang rak itu dulunya adalah rumah Nabi dan Siti Aisyah, sekarang adalah lokasi makam Rasulullah- tempat itu dulu dipakai Rasulullah untuk sholat Tahajjud dan mihrabnya disebut Mihrab Tahajjud). Anda jalan lurus begitu ketemu pagar pendek yang membatasi lokasi lantai kayu maka disebelah kiri anda sudah bisa melihat karpet putih dan itulah Raudah. Cara masuk seperti ini kelihatannya gampang tapi cuman pagi jam 2.30 saja, sore hari pintu An Nisa selalu tidak bisa diakses meskipun dibuka karena tempat selalu penuh dengan jemaah pria yang antri menuju Raudah.
Masuk dari (kalau tidak salah nama) pintu Al Usman (dari arah Selatan). Petunjuk mencarinya : Masuk dari gerbang utama – dari arah hotel Hilton – terus belok kanan mengitari Masjid
Nabawi dari arah Barat lewat bagian untuk sholat wanita wing Barat terus sampai belokan pertama arah belakang maka anda akan ketemu pintu ini disebelah kiri anda. Jika masuk dari pintu AL Usman ini maka langsung belok kanan terus lewat main hall, persis ditengah-tengah masjid belok kanan menuju arah mimbar Imam dan lihat disamping kiri apakah tangga muadzin sudah kelihatan, nah persis dibawah tangga Muadzin inilah ada karpet warna putih kehijauan artinya anda sudah sampai di batas kanan Raudah. Jika anda ingin memakai cara ini datanglah jam 2.30 pagi meskipun pintu masih tertutup tapi pasti sudah banyak orang yang berkerumun disitu menunggu pintu dibuka. Biasanya orang akan berlarian seperti dikejar anjing galak atau lomba lari 100m menuju Raudah begitu pintu dibuka, tapi dengan jalan cepat Insya Allah anda masih akan dapat tempat yang enak dan bisa khusuk sholat diarea Raudah.
Tips memanfaatkan Raudah
Meskipun sangat dianjurkan untuk beribadah di Raudah tetapi beberapa hal yang perlu diingat oleh kita semua yaitu
1. Sama seperti halnya mencium Hajar Aswad di Ka’bah, ibadah di Raudah adalah Sunnah (biarpun pahala dan doa kita sangat makbul), jadi buat apa kita berdesak-desakan saling dorong, saling jepit, saling sikut, saling injak dan akhirnya berkelahi hanya sekedar untuk bisa sampai ke Raudah yang pada akhirnya menambah dosa dan ibadah kita menjadi tidak diterima. Bahkan beberapa orang mengatakan kepada saya, ya Massjid Nabawi ini semuanya adalah Raudah, Rasulullah akan selalu membalas salam dan menyapa kita ketika kita masuk masjid dan doa kita akan dikabulkan oleh Allah.
2. Jangan blok Raudah sampai lama, ingat bahwa masih banyak orang yang juga ingin ibadah dan berdoa disini. Setelah anda selesai ibadah dan doa anda, bergantianlah atau berikan tempat anda kepada orang yang sedang menunggu giliran (kalau perlu jagain dia selama dia sholat dan berdoa – situasi di Raudah sangat rawan karena himpitan atau terinjak-injak, harapannya disamping anda masih bisa menambah doa sambil berdiri, anda Insya Allah diberi tambahan pahala karena memberi tempat dan melindungi orang yang beribadah).
Suatu ketika saya pernah bicara dengan seorang jemaah dari Indonesia, dia bilang kalau bapak sudah sampai Raudah usahakan jangan keluar-keluar lagi kecuali kepengin kebelakang, kalau perlu puasa (maksudnya dari Subuh sampai masjid tutup jam 10 malam nggak makan dan minum), saya pribadi kok tidak setuju dengan saran ini. Kelihatannya ini egois sekali mengingat ribuan orang diluar Raudah antri dan berdesak-desakan untuk bisa dapat kesempatan berdoa dan sholat di Raudah sementara kita ngeblok tempat seenaknya.
3. Bagi jemaah wanita, kunjungan ke Raudah ada jam khusus. Meskipun demikian istri saya bilang hanya Raudah limited yang bisa dikunjungi. Raudah Limited itu cuman dari samping makam Rasulullah sampai batas mimbar utama, padahal dari pinggiran mimbar utama sampai kaki tangga Muadzin (batas luar kanan Raudah) menurut perkiraan saya masih ada 5 m lagi. Bagi jemaah wanita khususnya dari Indonesia, biasanya mendapat perlakuan khusus dari Askar, mereka dikelompokkan dalam group besar khusus untuk orang-orang yang berbadan kecil (jemaah Asia Tenggara) dan biasanya mendapat kesempatan yang terpisah dari jemaah wanita yang berbadan besaaar… (jemaah Turki, Afrika, India dll). Manfaatkanlah kesempatan ini, karena ini sangat aman dan Insya Allah anda bisa khusuk beribadah dan berdoa. Tetapi jika group besar untuk badan kecil sudah tidak ada, coba gabung sama grup Turki, mereka biasanya baik-baik dan mau melindungi jemaah wanita yang badannya kecil, anda akan dimasukkan ketengah group mereka (biarpun mereka tidak bisa bahasa Inggris tetapi mereka sangat ramah).
4. Jemaah pria dan wanita dari Indonesia yang berbadan rata-rata kecil, sangat-sangat saya sarankan untuk tidak memotong atau melawan arus pada saat mau masuk atau keluar dari Raudah, apalagi ikutan himpit-himpitan dan mencoba bergandengan dalam grup. Ini sangat berbahaya karena jika ketemu gandengan grup yang badannya lebih besar dan kuat kita pasti terpelanting dan resikonya adalah terinjak-injak. Ingat disamping beribadah kita kan juga perlu memikirkan keselamatan diri agar bisa pulang ke Indonesia dengan selamat dan menjadi Haji yang mabrur, minimal bisa menularkan tips and tricks ini kepada calon jemaah lain yang belum pernah berhaji. Jika terpaksa berhimpit-himpitan carilah jemaah lain yang badannya tinggi besar, posisikan dia di depan anda dan pegang bahunya (mereka pasti tidak marah) bikin formasi kayak kita main kereta-keretaan atau ular-ularan jaman kita kecil dulu. Usahakan kedua tangan selalu dalam posisi di atas, kenapa demikian ? karena kalau kita ada apa-apa orang disebelah kita siapapun dia akan gampang narik tangan kita untuk penyelamatan. 90% jemaah pada prinsipnya selalu mau membantu jemaah lain yang sedang kesulitan tanpa memandang siapa dia… Dan tentu saja kalau anda banyak menolong orang dan berbaik hati pada sesama jemaah (siapapun dia) pasti bayarannya kontan – anda akan banyak ditolong dan diberi kemudahaan oleh orang lain.
5. Percaya atau tidak percaya kalau anda berniat atau berdoa sebaiknya jangan dibuat main-main atau kasih batasan, contoh : Niatnya cuman sholat Tahiyattul Masjid 2 rakaat di Raudah dan berdoa saja, tetapi mentang-mentang Raudah kosong terus nambah sholat yang panjang dan duduk-duduk disitu sampai lama, nanti biasanya pas kita selesai sholat 2 rakaat dan doa, pasti mulai buanyak gangguannya, ada yang mepet kita, ada yang melangkahin kita, kepala ketendang, kejatuhan sandal orang dll yang menyebabkan kita tidak khusuk bahkan resiko terburuk keinjak-injak. Oleh karena itu kalau anda berniat berbuat, beribadah atau berdoa di Raudah dan sudah menyelesaikannya maka sebaiknya berikanlah tempat anda kepada orang lain yang sedang mengantri, kecuali kalau sudah keburu masuk sholat fardlu.

http://wayofmuslim.wordpress.com/category/tempat-suci/

Minggu, Januari 09, 2011

Al-Masjid El-Aqsa

alaqsa.gif
Al-Masjid El-Aqsa adalah bahasa Arab yang berarti Masjid yang terjauh, saat itu memang Masjid inilah yang terjauh dari Mekah.
10 Tahun sejak Nabi Muhammad menerima wahyu keNabiannya, beliau melakukan perjalanan yang dikenal sebagai Isra-Mi’raj, dari Mekah ke Jerusalem sebelum kelangit ketujuh, Beliau sempat bersembahyang di atas bebatuan yang saat ini dikenal sebagai Masjid Aqsa [saat itu Masjid ini belum ada] dan selama 16.5 bulan setelah itu umat Muslim berkiblat kesini sebelum turun wahyu dari Allah SWT saat Nabi SAW sembahyang di masjid Quba yang merubah kiblat ke Mekah, jadi saat itu Jerusalem adalah kiblat kaum Muslimin.
al_aqsa_mosque.jpg
Saat Nabi SAW masih hidup, beliau berpesan kepada umat Islam agar tidak hanya pergi ke Ka’bah di Mekah tetapi juga ke “Dome of Rock” tempat beliau bersembahyang saat Isra-Mi’raj yang terletak sekitar 200 km dari Mekah.
Masjid Aqsa ini merupakan tempat suci ketiga umat Islam setelah Mekah dan Madinah.
domeandaqsa.jpg
Menempati areal seluas 144.000 meter persegi atau sekitar 1/6 dari kota tua Jerusalem bisa menampung sekitar 400.000 jemaah disekitar Masjid, terutama saat bulan Ramadhan dimana banyak umat Muslim berkunjung ke masjid ini. Ruang dalam Masjid ini yang berbentuk persegi 4 dibawah “Dome/Kubah” bisa menampung sekitar 5000 jemaah.
Ada 11 pintu/gerbang di Al Aqsa, 7 pintu selalu terbuka, 4 tertutup dan 1 pintu utama [Golden Gate].

Pembangunan Al Aqsa yang dikenal Kubah Utamanya dilakukan oleh Kalifah Al-Walid, putera dari AbdulMalek bin Marwan ditahun 709 M, 1300an tahun yang lalu. Kubah beberapa kali diganti, tahun 1964 dibuat dari Aluminum lalu tahun 1985 diganti dengan bahan timah hitam.
Masjid ini menjadi impian saya untuk berkunjung disuatu saat nanti, Insya Allah. 

http://wayofmuslim.wordpress.com/2007/12/01/al-masjid-el-aqsa/

Sabtu, Januari 08, 2011

Kota MADINAH al MUNAWARAH

historical_madina0011.jpg
Madinah atau Madinah Al Munawwarah: مدينة رسول الله atau المدينه, (juga Madinat Rasul Allah, Madīnah an-Nabī) adalah kota utama di Arab Saudi. Merupakan kota yang ramai diziarahi atau dikunjungi oleh kaum Muslimin. Disana terdapat Masjid Nabawi yang memiliki pahala dan keutamaan bagi kaum Muslimin. Dalam Hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda bahwa :
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) memiliki pahala 10000x dan Shalat di Masjidil Haram (Mekah) memiliki pahala 100000x”
Kota ini dewasa ini memiliki penduduk sekitar 600.000 jiwa. Bagi umat Muslim kota ini dianggap sebagai kota suci kedua. Pada zaman Nabi Muhammad SAW, kota ini menjadi pusat dakwah, pengajaran dan pemerintahan Islam. Dari kota ini Islam lalu menyebar ke seluruh jazirah Arabia dan lalu ke seluruh dunia.
Letak Geografis
Kota ini berjarak kurang lebih 540 km di sebelah Utara Kota Mekah (jaraknya seperti Jakarta ke Wates – Kulon Progo). Pada masa lalu memerlukan waktu cukup lama untuk mencapai Madinah (kurang lebih satu bulan) dengan menggunakan Unta. Sedangkan saat ini dapat ditempuh kurang lebih 6 jam melalui jalan bebas hambatan yang dibangun oleh pemerintah Arab Saudi. Pada masa kekuasaan Usmaniyah Turki, terdapat jalur kereta api yang menghubungkan Madinah dengan Amman (Yordania) serta Damaskus (Syria). yang merupakan bagian dari jalur kereta api Istambul (Turki)-Haifa (Israel) yang dikenal dengan nama Hejaz Railway. Kini jalur itu sudah tidak ada lagi dan stasiun kereta api Madinah dijadikan Museum. Jalur ini dahulu digunakan untuk kelancaran pengangkutan jamaah haji. Saai ini selain menggunakan jalan darat, kota Madinah dapat diakses melalui Udara dengan badara berskala internasional yang terutama digunakan pada musim haji selain bandara king Abdul Aziz di Jeddah
Secara geografis, kota ini datar yang dikelilingi gunung dan bukit bukit serta beriklim gurun.
Ekonomi
Dari sektor ekonomi, terdapat sektor pertanian dan perkebunan terlebih lebih perkebunan kurma yang sudah dikenal sejak masa lampau, peternakan selayaknya penduduk Arab serta perdagangan ditambah dengan sektor jasa terutama jasa pelayanan para peziarah diantaranya adalah usaha perhotelan dan penginapan.
Pendidikan
Selain dikenal sebagai kota pusat perkembangan Islam. Madinah juga merupakan pusat dari pendidikan Islam sejak masa Nabi Muhammad SAW. Juga banyak ulama-ulama dan Cendekiawan Islam yang muncul dari Madinah diantaranya adalah Imam Malik. Saat ini di Madinah terdapat berbagai Jami’ah (Universitas) dan perguruan perguruan tinggi Islam lainnya.
Sejarah
Kota Madinah pada masa sebelum perkembangan Islam dikenal dengan nama Yastrib. Dikenal sebagai pusat perdagangan. Kemudian ketika Nabi Muhammad SAW hijrah dari Mekah kota ini diganti namanya menjadi Madinah sebgai pusat perkembangan Islam sampai beliau wafat dan dimakamkan di sana. Selanjutnya kota ini menjadi pusat penerus Nabi Muhammad SAW yang dikenal dengan pusat khalifah. Terdapa tiga Khalifah yang memerintah dari kota ini yakni Abu Bakar, Umar bin Khattab dan Utsman bin Affan. Pada masa Ali bin Abi Thalib pemerintahan dipindahkan ke Kufah di Irak karena terjadi gejolak politik akibat terbununya khalifah Utsman oleh kaum pemberontak. Selanjutnya ketika kekuasaan beralih kepada bani Umayyah, maka pemerintahan dipindahkan ke Damaskus dan ketika pemerintahan berpindah kepada bani Abassiyah, pemerintahan dipindahkan ke kota Baghdad. Pada masa Nabi Muhammad Saw penduduk kota Madinah adalah orang yang beragama Islam dan orang Yahudi yang dilindungi keberadaannya. Namun karena penghianatan yang dilakukan terhadap penduduk Madinah ketika perang Ahzab, maka kaum Yahudi diusir keluar Madinah.
Kini Madinah bersama kota suci Mekkah dibawah pelayanan pemerintah kerajaan Arab Saudi yang merupakan pelayan kedua kota suci.

Kamis, Januari 06, 2011

Muslim dan Masjid di Polandia

poland-mosque.gif
Di Polandia tak gampang menemukan masjid. Maklum, hampir semua warga negara Eropa itu non-Muslim. Dari 38,6 juta warga Polandia, sekitar 96 persen di antaranya beragama Katolik Roma. Di sana, Islam termasuk agama minoritas bersama Kristen Protestan, Katolik Ortodoks, dan Yahudi.
“Kami seharusnya sudah punya masjid raya. Sarana ibadah itu mestinya sudah selesai dibangun pada 1991, hasil rancangan seorang arsitek Polandia,” kata Emir Poplawski, Ketua Asosiasi Masyarakat Muslim Warsawa.
Sayang, proyek pembangunan masjid itu batal. “Satu negara Arab yang berjanji akan jadi sponsor tak kunjung mengucurkan dana yang diperlukan,” ujar Poplawski saat dijumpai di Warsawa, pertengahan Desember 2006.
Poplawski terpaksa harus puas dengan masjidnya yang sekarang, yang awalnya adalah bangunan biasa yang dibeli secara swadana. Gedung di Jalan Wiertnicza itu dialihfungsikan menjadi masjid sejak lima tahun silam.
Sebagai satu-satunya fasilitas yang dimiliki organisasi keagamaan yang dipimpin Poplawski, masjid yang berada di pinggiran Warsawa itu juga menjadi tempat dilakukan berbagai kegiatan sosial dan pendidikan Islam. Ia juga menjadi semacam pusat informasi tentang Islam. Di sana pula Poplawski berkantor, di salah satu ruangan di lantai atas.
“Setiap hari Sabtu di sini diselenggarakan kegiatan pendidikan Al Quran bagi anak-anak perempuan,” tutur Poplawski. “Kami juga sering mendapat kunjungan dari para siswa sekolah Katolik yang meminta diberi penjelasan tentang Islam,” tuturnya menjelaskan.
Menurut Poplawski, warga Muslim di Warsawa dan di Polandia umumnya tak pernah memiliki masalah serius dengan umat mayoritas Katolik maupun dengan kelompok agama lain. “Kami bebas beribadah dan menjalankan berbagai kewajiban lain sebagai umat Islam. Tak ada larangan, tekanan, apalagi diskriminasi,” kata Poplawski.
Sementara di sejumlah negara Eropa kini tengah terjadi proses penipisan toleransi terhadap kaum Muslim sebagai dampak peristiwa serangan teror 11 September 2001 di New York dan Washington (yang menewaskan hampir 3.000 orang), di Polandia kehadiran kaum Muslim tetap disambut baik. Mereka diberi hak-hak yang sama dengan warga negara dari golongan lain.
Pernyataan Poplawski dibenarkan Marcin Przeciszewski, Direktur Pers Badan Informasi Katolik Polandia. “Tidak ada ketegangan antara Gereja Katolik dan kelompok-kelompok agama lain mana pun,” kata Przeciszewski yang mewakili Gereja Katolik.
Menurut Przeciszewski, bangsa Polandia pada dasarnya adalah bangsa yang toleran. “Di sini dialog antar-agama terus berlangsung. Dialog dilakukan melalui apa yang disebut dengan Dewan Muslim-Kristen,” katanya.
Badan-badan serupa lainnya, katanya lagi, juga ada, termasuk Dewan Muslim-Yahudi, yang bertujuan terus mengembangkan toleransi antar-agama.
“Dalam konstitusi Polandia, sama sekali tak ada aturan yang membatasi kebebasan umat Islam. Bahkan, jika umat Islam ingin agar simbol-simbol agama Islam juga diperagakan di sekolah-sekolah, hal itu mungkin saja dilakukan,” kata Przeciszewski lagi. “Akan tetapi, sampai sekarang belum ada pihak yang mengajukan usulan itu.”
Warisan suku Tatar
Islam pertama kali dibawa ke Polandia antara abad ke-14 dan ke-17 oleh berbagai puak suku Tatar yang bermigrasi ke wilayah persemakmuran Polandia-Lituania. Mereka datang dari wilayah Gerombolan Emas (Golden Horde), kerajaan yang dibangun pada abad ke-13 oleh Batu Khan, cucu Jengis Khan, penguasa Tatar yang sohor itu.
Orang China sering menyebut suku Tatar yang menjadi tentara Batu Khan sebagai orang-orang Mongolia. Soalnya, waktu itu, meski sebagian besar prajurit Tatar berasal dari Turki, para perwiranya kebanyakan orang Mongolia.
Kelompok-kelompok Tatar datang ke Polandia-Lituania atas undangan para bangsawan Lituania, yang terkesan pada kehebatan mereka sebagai prajurit tempur. Itu sebabnya, banyak orang Tatar yang kemudian dianugerahi status kebangsawanan, tradisi yang baru dihapus saat tamatnya riwayat negara persemakmuran Polandia-Lituania, abad ke-18.
Sebagai imbalan atas kesediaan bergabung dalam bala tentara Polandia-Lituania, diaspora Tatar diberi kebebasan mempertahankan kebudayaan, adat kebiasaan, dan, terutama, agama Islam aliran Sunni yang mereka peluk. Berdasarkan Konstitusi Mei 1791, kaum minoritas Tatar juga berhak menempatkan wakil mereka di sejm alias parlemen.
Di zaman Kerajaan Polandia-Lituania, para lelaki Tatar bahkan diperbolehkan menikahi perempuan Polandia beragama Katolik Roma atau Ortodoks, tanpa harus beralih keyakinan agama.
Meski berasal dari golongan minoritas, kehadiran warga keturunan Tatar cukup mencolok dalam angkatan bersenjata Kerajaan Polandia-Lituania. Dalam masyarakat Polandia masa kini keberadaan mereka juga dikenal luas karena adanya para sastrawan dan akademisi ternama Polandia yang berdarah Tatar.
Sekarang ini diperkirakan ada 3.000 warga keturunan Tatar di Polandia. Salah satunya adalah Emir Poplawski. “Saya ini masih keturunan orang-orang Tatar yang membawa Islam untuk pertama kali ke Polandia,” katanya.
Sebagian keturunan Tatar tinggal di Desa Bohoniki dan Kruszyniani di Polandia timur laut. Sisanya tinggal tersebar di berbagai kota. Pada awal 1990-an dikabarkan juga ada komunitas kecil imigran asal Polandia berdarah Tatar di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, tempat mereka mendirikan sebuah masjid yang masih berfungsi hingga hari ini.
Sejak 1970-an, masyarakat Muslim Polandia tumbuh dengan adanya kaum imigran baru. Mereka adalah para mahasiswa dari sejumlah negara berbahasa Arab di Timur Tengah dan Afrika yang berorientasi politik sosialis. Sebagian kemudian memutuskan menetap di Polandia. Di samping warga keturunan Tatar, mereka inilah yang juga mendirikan mushala atau masjid di sejumlah kota, seperti di Warsawa, Bialystok, Gdansk, Wroclaw, Lublin, dan Poznan.
Seiring dengan runtuhnya komunisme pada 1989, kelompok-kelompok imigran Muslim lain juga mulai berdatangan ke Polandia. Mereka terutama berasal dari Turki dan bekas Yugoslavia. Kelompok-kelompok yang lebih kecil ada pula yang berasal dari Pakistan, Afganistan, dan Chechnya.
Populasi kaum Muslim di Polandia saat ini tak diketahui dengan pasti karena agama tak ditanyakan dalam pelaksanaan sensus nasional terakhir, tahun 2002. Namun, diperkirakan, di seluruh Polandia terdapat 30.000 pemeluk Islam, dengan 3.000 sampai 5.000 di antaranya adalah keturunan Tatar.

http://wayofmuslim.wordpress.com/category/info-masjid/

Selasa, Januari 04, 2011

Masjid Sultan Ahmed

bluemosq1.jpg
Masjid Sultan Ahmed atau disebut juga “Blue Mosque” karena interiornya yang didominasi dengan warna biru didirikan tahun 1609 sampai 1616 atas perintah Sultan Ahmed, masa pemerintahan Ottoman yang berlangsung dari tahun 1453 sampai 1923. Masjid yang indah ini terletak di Istambul – Turki dekat selat Bhosporus.
Kubah masjid berdiameter 33m dan tinggi pada titik tengah sekitar 43m, dilengkapi dengan 6 menara disekeliling Masjid.
Hiasan dalam masjid sangat mempesonadan dihiasi lebih dari 20000 keramik yang dibuat dengan tangan di lantai dasar, lantai atas dihiasi lebih dari 200 jendela kaca yang indah untuk cahaya dari luar serta dihiasi ayat-ayat suci Al Quran yang kebanyak dibuat oleh Syech Kasim Gubari, Kaligrafi terkenal pada jaman itu.